Kerjasama Jaringan Informasi Antar Perpustakaan
Perguruan Tinggi: studi Sumber Daya Manusia
Puti Asmarani, Ahmad Fauzi
Fakultas Adab dan Humaniora, Ilmu Perpustakaan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstrak- Penelitian ini membahas tentang
kerjasama jaringan informasi antar perpustakaan studi sumber daya manusia.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas berbagai aspek yang perlu
dipertimbangkan dalam upaya membentuk dan mewujudkan kerjasama jaringan informasi
antar perpustakaan terhadap sumber daya manusia untuk menjalin komunikas yang
baik dan di dalam kerjasama ini sumber daya manusia pun harus mendukung dan memiliki
kemauan serta keahlian di bidang teknologi informasi untuk meningkatkan sumber
informasi di perpustakaan.. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerjasama jaringan
informasi antar perpustakan melalui sumber daya manusia itu sangat diperlukan
dengan terjalinnya komunikasi yang baik bisa membantu percepatan kerjasama
karena kebutuhan akan informasi zaman sekarang sangat diperlukan dengan cepat
dan up to date. Dalam menjalin kerjasama ini diperlukan syarat seperti memiliki
kesepakatan tentang bentuk jaringan dan mekanisme dalam pelaksanaan kerjasama,
memiliki kemauan untuk membagi sumber informasi yang dimiliki kepada
perpustakaan yang menjalin kerjasama, dan perpustakaan sebagai anggota jaringan
harus memilki sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh perpustakaan yang menjalin
kerjasama. Kerjasama jaringan informasi antar perpustakaan ini penting agar
informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan bersama secara maksimal bagi para
pemakai dan sumber daya manusianya berperan penting untuk memberikan informasi
bagi para pemakai.
Kata kunci-
kerjasama perpustakaan , jaringan informasi, sumber daya manusia
1.
Pendahuluan
Perpustakaan merupakan salah satu
sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan
bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju ilmu
pengetahuan dan sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan
menyegarkan. Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi
tentang ilmu pengetahuan. Perpustakaan adalah sebuah ruangan, sebuah gedung
atau bagian dari gedung yang digunakan untuk menyimpan buku, serta terbitan dan
bahan pustaka lainnya menurut tata susunan tertentu untuk kepentingan pembaca
dan bukan untuk diperjualbelikan.[1]
Perkembangan teknologi informasi
dewasa ini berimbas pada pertumbuhan sumber daya informasi dan fasilitas
layanan perpustakaan. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perpustakaan
sangat memungkinkan membentuk suatu pusat kekuatan pengetahuan. Kenyataan di
Indonesia, tidak semua perpustakaan mampu menghadirkan teknologi dan seluruh
informasi yang ada di perpustakaan. Perpustakaan memilki keterbatasan sumber
daya informasi, dana, gedung serta sumber daya manusia. Dengan adanya kerjasama
antar jaringan perpustakaan, diharapkan keterbatasan tersebut dapat diatasi.
Sehingga setiap perpustakaan dapat mengakses lebih luas sumber daya informasi sesuai
dengan kebutuhan pemustaka.
Agar kerjasama tersebut dapat meraih
hasil yang optimal, maka komponen pokok/utama yang ada di perpustakaan harus
terus dikembangkan. Seperti, tersediaanya sumber daya manusia (pustakawan dan
Tenaga Administrasi) yang handal, koleksi yang memadai, sistem layanan
perpustakaan yang memenuhi standar. Pertama adalah sumber daya manusia yang
mengelola perpustakaan. Komponen ini adalah sesuatu yang sangat penting dalam
proses pengembangan diri perpustakaan. Keluwesan pustakawan dalam menanggapi
dinamika perubahan jaman mutlak diperlukan jika perpustakaan ingin maju. Sekarang
ini jalan yang ditempuh pemerintah untuk mengatasi masalah SDM dalam dunia
perpustakaan adalah menetapkan ketentuan calon pustakawan harus berpendidikan
minimal D-3 perpustakaan. Tapi walaupun
begitu ternyata perpustakaan belum dapat berkembang secara optimal.
Rupanya dengan hanya berpendidikan D3
perpustakaan saja belum cukup.
Hal yang terpenting dalam pengadaan
SDM adalah pustakawan yang berdedikasi tinggi
pada tugas dan mempunyai kemampuan plus. Mereka tidak hanya bermodalkan
tanda lulus dari D3 perpustakaan tapi
juga harus bisa menguasai ketrampilan lain yang ada hubungannya dengan
pengolahan perpustakaan seperti komputer. Di jaman yang serba canggih ini
komputer tak bisa ditinggalkan begitu saja, karena komputerlah yang menguasai
semua jaringan informasi global. Padahal
kita tahu bahwa perpustakaan adalah pusat dan penyebar informasi. Alangkah
menyedihkan jika perpustakaan yang merupakan gudang ilmu dan informasi tidak
bisa melakukan tugasnya memberikan informasi pada masyarakat,
hanya
karena SDM-nya yang tak mempunyai kemampuan untuk melayaninya. Rupanya alasan
itulah yang membuat masyarakat beropini kurang baik terhadap perpustakaan dan
memandang sebelah mata pada perpustakaan. Dan kerjasama dan jaringan informasi
perpustakaan befungsi memberikan akses yang lebih luas terhadap koleksi,
memperbaiki pelayanan pengguna dan teknis, meningkatkan aktivitas dalam
berbagai sumber daya, mengurangi duplikasi, dan menciptakan pelayanan yang
efisien. Dalam masyarakat informasi, membangun jaringan informasi yang dapat
diakses oleh setiap pemustaka adalah penting untuk menggerakkan energy dalam
mencapai keberhasilan. Jadi peran SDM di perpustakaan itu amatlah sangat
penting makanya diperlukan adanya kerjasama jaringan informasi antar
perpustakaan.
2.
Tinjauan Literatur
A.
Kerjasama
Perpustakaan
Kerjasama adalah suatu perbuatan
nbantu-membantu atau yang dilakukan bersama. [2] berdasarkan pengertian ini
maka kerjasama perpustakaan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan beberapa
perpustakaan secara bersama-sama melaksanakan suatu usaha mencapai tujuan yang
sama dan atau saling bantu membantu dalam melaksanakan tugasnya. Pengertian
mengarahkan bahwa setiap perpustakaan yang bekerjasama berkewajiban memberikan
sesuatu kepada perpustakaan lain. Walaupun demikian, “sesuatu” yang diberikan
dan yang diminta untuk diberikan kepada perpustakaan lain akan terbatas pada
kemampuan dan peraturan yang berlaku di setiap perpustakaan yang bekerjasama.
Hal ini yang menyebabkan bahwa pada umumnya dalam kerjasama perpustakaan
“Sesuatu yang saling diberikan adalah jasa”.
Kerjasama perpustakaan pada umumnya didasarkan pasda kegiatan secara
sukarela dari perpustakaan yang bekerjasama. Ikatan yang kuat antara
perpustakaan dalam kerjasama perpustakaan tergantung dari besarnya keuntungan
yang didapat oleh perpustakaan anggota kerjasama.
Kerjasama perpustakaan dilakukan
berdasarkan konsep bahwa kekuatan dan efektivitas kelompok perpustakaan akan
lebih besar dibandingkan dengan kekuatan dan efektivitas perpustakaan
masing-masing. Prinsip ini dikenal dengan sinergi artinya gabungan beberapa
kekuatan akan lebih besar daripada kekuatan masing-masing. Suatu kerjasama dan
sistem jaringan dapat didefinisikan sebagai: “Sejumlah organisasi yang secara
formal saling terhubung atau berpartisipasi satu sama lain untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan dan memiliki suatu struktur organisasi.” Kerjasama
dan sistem jaringan tersebut dapat bersifat fungsional (misalnya pengatalogan),
geografis (misalnya provinsi) dan/atau sektoral (misalnya perpustakaan umum).[3]
Pada dasarnya tidak ada satupun
perpustakaan, betapapun besarnya perpustakaan tersebut, yang mampu mengumpulkan
semua informasi yang dihasilkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia, bahkan
untuk disiplin ilmu yang paling spesifik sekalipun. Menyadari hal tersebut maka
setiap perpustakaan atau pusat-pusat informasi selalu berusaha untuk menjalin
kerjasama dengan perpustakaan atau pusat-pusat informasi lain yang ada.
Dari konsep
diatas dapat diperoleh
beberapa prinsip pokok
untuk kerjasama antar jaringan perpustakaan sebagai berikut:
1.
Adanya persyaratan
kerjasama yang baik
antara anggota jaringan
atas dasar saling membutuhkan sehingga
mendorong timbulnya kesadaran
untuk saling membantu atau menyumbangkan sesuatu yang bermanfaat
bagi keperluaan anggota jaringan.
2.
Kerjasama dilakukan
umumnya didasari oleh
adanya kesamaan, misalnya
kesamaan kegiatan, subyek informasi, pengguna, wilayah dan sebagainya
3.
Kerjasama
lebih diarahkan pada peningkatan kemampuan akses terhadap kualitas sumber daya
informasi bukan pada kuantitas sumber daya informasi
4.
Kerjasama tidak terbatas pada
pemanfaatan sumber informasi melainkan pemanfaatan keahlian tenaga, peralatan yang
dimiliki, teknologi dan hal lain yeng dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.[4]
B.
Jaringan
Informasi Perpustakaan
Jaringan adalah suatu sistem
yang menggabungkan secara fisik komputer-komputer dengan sambungan
telekomunikasi, menyediakan sumber informasi yang dimiliki oleh masing-masing
peserta secara mekanis untuk pemakaian bersama.[5] Informasi adalah Segala
sesuatu yang menghilangkan ketidakpastian, data yang tersusun rapi serta
bermakna, data yang telah diproses ke dalam suatu bentuk yang dapat difahami
atau bermakna. Jadi, jaringan informasi adalah suatu sistem terpadu dari
badan-badan yang bergerak dalam bidang pengolahan informasi. Jaringan informasi
penekanannya pada pengolahan informasi berbasis komputer, data yang diberikan
juga tidak selalu berupa data bibliografi, lebih banyak data numerik maupun
tekstual, jaringan komputer juga dikatakan suatu jaringan informasi, perbedaan
lain juga terletak pada kegiatan ahli informasinya yang harus dekat dengan
bidang keahlian penggunanya.
Kegiatannya tidak hanya
menyampaikan informasi tetapi juga harus menganalisis umpan balik dari
penggunanya dan aktif mencari sumber informasi lainnya. Pada dasarnya jaringan
informasi adalah suatu jaringan dari unit-unit informasi perpustakaan
bersama-sama terkordinasi untuk meningkatkan kegiatan msing-masing unit dalam
memberikan jasa informasi kepada kelompok pengguna dalam bidang spesialisasi
tertentu sehingga pengguna dalam bidang spesialisasi tersebut bisa mendapatkan
informasi yang sesuai dengan keperluannya. Kegiatan jaringan informasi tidak
saja menyampaikan informasi tetapi juga menganalisa umpan balik dari pengguna
informasi dan secara akurat mencari sumber-sumber informasi lain disamping
koleksi bahan pustaka untuk kepentingan penggunanya.
Jaringan informasi berorientasi
pada suatu tugas/misi, misalnya kesehatan, pertahanan, dll dan pada suatu
bidang khusus, misalnya jaringan informasi ilmu eksakta. Serta kegiatan
jaringan informasi itu berupa melakukan analisis informasi yang diperlukan
penggunanya, melakukan analisis bahan informasi, mengusahakan adanya bahan
informasi, melakukan usaha pembinaan tenaga, sarana dan dana, menyesuaikan
pedoman berkaitan dengan informasi, melaksanakan kegiatan bersama
berkaitan dengan informasi dan keahlian jaringan, melaksanakan kegiatan bersama
pemberian jasa informasi dan menerbitkan terbitan sekunder. Jadi jaringan
informasi ini lebih menekankan pada informasi dengan pengertian informasi yang
tidak identik dengan perpustakaan. Cakupan jaringan informasi lebih luas dari
pada jaringan perpustakaan. Tapi disini saya lebih menekankan jaringan
informasi di perpustakaan. Dan untuk mendirikan jaringan informasi perpustakaan
itu lebih ke yang bekerjasama memiliki sesuatu yang dapat dimanfaatkan
perpustakaan lain, masing-masing perpustakaan yang bekerjasama memiliki kemauan
untuk pemakaian bersama (sharing) koleksi yang dimilikinya kepada perpustakaan
lain, dan perpustakaan yang bekerjasama memiliki kesepakatan tentang bentuk
jaringan dan mekanisme dalam pelaksanaan kerjasama.
C.
Sumber Daya
Manusia
Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang
digunakan untuk menggerakkan dan menyinergikan sumber daya lainnya untuk
mencapai tujuan organisasi. Tanpa sumber daya manusia, sumber daya yang lainnya
menganggur dan kurang bermanfaat dalam mencapai tujuan organisasi.[6]
Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang
sangat menentukan bagi keberhasilan atau kegagalan organisasi dalam mencapai
tujuan, baik pada organisasi publik maupun private.[7] Jadi dapat disimpulkan
sumber daya manusia dalam sebuah perpustakaan itu merupakan salah satu faktor
yang sangat strategis dan sangat penting untuk mengembangkan dan mencapai visi
dan misi sebuah perpustakaan yang telah mendukung dari sumber daya manusianya.
D.
Bentuk kerjasama
perpustakaan
Bentuk
kerjasama antar jaringan perpustakaan yang dapat dilakukan antara lain:
1.
Bidang
Pengadaan, mencakup kegiatan:
a)
Tukar
menukar sumber daya informasi
b)
Pengadaan terkoordinasi
c)
Tukar
menukar dan hadiah
2.
Bidang
Pengolahan, mencakup kegiatan:
a)
Penyusunan
dan penerbitan Current content
b)
Penyusunan dan penerbitan Katalog Induk
c)
Pertukaran pangkalan data
3.
Bidang
Layanan
a)
Jasa
penelusuran artikel ilmiah (baik tercetak maupun elektronik)
b)
Jasa
layanan fotokopi
c)
Jasa
layanan pinjam antar perpustakaan (inter
library loan) Saat ini berkembang konsep
digital inter library loan
d)
Program
pendidikan pemakai (user education program)
4.
Bidang
Manajemen Jaringan
a)
Pertukaran
software automasi perpustakaan
b)
Evaluasi
dan perencanaan
c)
Pelatihan
staf
d)
Pelaporan
dan statistik kegiatan [8]
3.
Metode
Penelitian
Pada artikel ini, penulis akan menjelaskan penelitian
berdasarkan metode pustaka. Jadi penulis menjelaskan isi artikel ini dengan
berbagai macam jenis pustaka, baik itu dari buku maupun jurnal. Jumlah koleksi
pustaka yang menjadi referensi sebanyak dua puluh (20) judul, masing-masing
sepuluh (10) judul untuk buku dan jurnal ilmiah. Adapun judul dari koleksi pustaka
tersebut akan dijabarkan pada bagian referensi di artikel ini.
4.
Diskusi
A.
Kerjasama
Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi yang berperan
memajukan pembangunan bangsa memerlukan sebuah sarana pusat informasi dan
dokumentasi sebagai sumber belajar yang dikelola secara baik, mudah, cepat dan
tepat. Perpustakaan merupakan salah satu sarana pusat informasi yang harus ada
di setiap perguruan tinggi. Keberadaan perpustakaan sebagai salah satu pusat
sumber belajar pada perguruan tinggi telah diatur pada Undang-Undang No. 20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Di dalam pelaksanaan manajemen organisasinya,
perpustakaan juga harus dikelola oleh sumber daya manusia yang memiliki
kompetensi dibidangnya, agar segala bentuk informasi dapat dimanfaatkan secara
efektif dan efesien oleh pengguna perpustakaan. Sumber daya manusia atau tenaga
kerja perpustakaan yang memiliki kompetensi memungkinkan setiap jenis pekerjaan
dapat dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, tepat sasaran, dan sebanding
antara biaya dan hasil yang diperoleh. Jika sumber daya manusia yang bekerja
pada perpustakaan tidak memiliki kualitas yang baik mustahil untuk perpustakaan dalam mencapai visi dan misinya
sebagai unsur penunjang perguruan tinggi dalam mewujudkan berbagai fungsinya.
Seperti fungsi edukasi (sumber belajar para civitas akademika), fungsi
informasi, riset, rekreasi dan deposit. Salah satu
faktor yang sangat mempengaruhi kepuasan pengguna perpustakaan untuk datang
berkunjung ke perpustakaan adalah aspek kualitas informasi yang ada
diperpustakaan yang sumber daya manusianya mengetahui semua informasi yang
terdapat di perpustakaan serta sumber daya manusia yang komunikatif ketika
dalam melakukan kerjasama terhadap perpustakaan lain. Sumber daya manusia yang
aktif, efektif, komunikatif dan berilmu pengatahuan tentang informasi akan
mempermudah dalam menjalin kerjasama suatu perpustakaan. Dalam meningkatkan
kerjasama jaringan informasi perpustakan
merupakan suatu hal yang perlu di perhatikan oleh pihak perpustakaan,
dengan mutu sumber daya manusia yang tinggi, perpustakaan tersebut akan
memperoleh banyak pengunjung dan selanjutnya akan mendapatkan pengakuan dan
penghargaan dari masyarakat. Jika pustakawan belum mendapatkan penghargaan dari
masyarakat, bearti ia masih harus bekerja keras, agar pekerjaannya itu berguna
bagi masyarakat. Upaya untuk meningkatkan kerjasama jaringan informasi di
perpustakaan tidak boleh di pisahkan dari kegiatan pustakawan sehari-hari.
B.
Jaringan
Informasi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Penggunaan teknologi informasi
memilki peran penting dalam pembentukan kerjasama dan sistem jaringan
perpustakaan. Teknologi informasi yang meliputi teknologi komputer dan
komunikasi telah memperluas peran perpustakaan dalam menjalin hubungan dengan
berbagai institusi, mengubah konsep perpustakaan tradisional dari kepemilikan
koleksi ke akses dan penyediaan berbagai jenis pelayanan baru atau informasi baru
yang terdapat di perpustakaan. Struktur jaringan informasi yang terdapat di
perpustakaan digunakan untuk mengkoordinasi antar aktivitas perpustakaan sumber
daya manusia dan antar perpustakaan sumber daya manusia dengan koordinator.
Perpustakaan perguruan tinggi ini harus memiliki prosedur dan proses yang
mengatur aktivitas mereka, membatasi aktivitas yang tidak diinginkan, harus
jelas siapa yang bertanggung jawab secara hukum dan financial atas produk
kerjasama, dilihat dari pemusatan wewenang pengaturan struktur jaringan terdiri
dari:
1.
Jaringan
terpusat total
2.
Jaringan
desentralisasi total
3.
Jaringan
terpusat terbagi
4.
Jaringan
hirarki
Dalam kerjasama perpustakaan
terdapat perpustakaan yang bertindak sebagai koordinator dan beberapa
perpustakaan sebagai anggota, pada sistem jaringan informasi juga diperlukan
unit informasi sebagai pusat jaringan dan beberapa unit sebagai anggota.
Jaringan informasi perpustakaan perguruan tinggi melaksankan kegiatan-kegiatan,
sebagai berikut:
1.
Melaksankan
analisis terhadap informasi yang diperlukan penggunanya, dengan memperhatikan
keadaan sekarang dan perkembangan yang akan datang, kualifikasi dan
spesialisasinya.
2.
Melaksanakan
analisis tentang bahan informasi yang tersedia baik di perpustakaan maupun
sumber-sumber informasi lainnya.
3.
Mengusahakan
adanya bahan informasi yang diperlukan dan di perkirakan akan diperlukan oleh
penggunanya, tetapi tidak tersedia di perpustakaan atau unit informasinya.
4.
Melaksanakan
usaha bersama untuk pembinaan tenaga, sarana dan upaya peningkatan dana untuk
masing-masing anggota jaringan,
5.
Menyesuaikan
pedoman-pedoman teknik pengumpulan, pengolahan, dan penyampaian informasi.
6.
Melaksanakan
kegiatan bersama dalam menghimpun, memupuk, menyimpan, meningkatkan serta menyebarluaskan
koleksi informasi yang berkaitan dengan
bidang spesialisasi jaringan.
7.
Melaksanakan
kegiatan bersama dalam memberikan jasa informasi, jasa rujukan dan jasa
konsultasi untuk pengguna informasi.
8.
Menerbitkan
publikasi sekunder seperti abstrak, bibliografi. Indeks, dan sebagainya.
C.
Sumber Daya
Manusia Perpustakaan Perguruan Tinggi
Dengan adanya kerjasama jaringan
informasi antar perpustakaan yang lebih ditekankan ke sumber daya manusia ini
karena beberapa alsan seperti pertumbuhan publikasi tercetak dan elektronik,
pertumbuhan ilmu pengetahuan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,
tuntutan pengguna perpustakaan, dan penghematan waktu. Dengan memilki sumber
daya manusia yang selalu up to date dengan informasi yang semakin bekembang ini
dapat membantu mempermudah menjalin kerjasama antar perpustakaan. Tidak hanya
up to date tentang informasi yang berkembang tapi harus memiliki pengetahuan
dan keterampilan untuk kegiatan rutin perpustakaan dan informasi, memiliki
pengetahuan tentang subyek perpustakaan yang bisa di dapat melalui pendidikan
nonformal dan informal, memiliki pengetahuan tentag manajemen perpustakaan dan
informasi.
5.
Kesimpulan
Kerjasama jaringan antar perpustakaan
ini sangat penting bagi para pemustaka yang mencari kebutuhan informasi, maka
dari itu diadakannya sumber daya manusia yang berilmu pengetahuandan mengerti
akan informasi yang ada di perpustakaan. Pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi dewasa ini sangat membantu percepatan kerjasama jaringan antar
perpustakaan, dengan syarat tersedianya sumber daya informasi dan sumber daya
manusia yang handal. Kerjasama jaringan informasi antar perpustakaan ini
penting agar informasi yang tersedia dapat dimanfaatkan bersama secara maksimal
bagi para pemakai dan sumber daya manusianya berperan penting untuk memberikan
informasi bagi para pemakai. Jadi kerjasama jaringan informasi antar
perpustakaan ini memberikan dampak yang lebih kuat terhadap pembangunan
perpustakaan perguruan tinggi, dengan
dampak ini maka perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap perpustakaan dan
jaringan informs akan menjadi lebih besar. Perhatian yang besar akan
mempermudah usaha peningkatan mutu sumber daya manusia sehingga perkembangan
perpustakaan dan kerjasama perpustakan serta jasa informasi dan jaringan
informasi dapat maju dengan pesat.
Referensi
[1] Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakan
(Jakarta: Universitas Terbuka, 1993)
[2] WJS
Poerwadarminta 1976 kamus besar bahasa indonesia PN Balai Pustaka
[3] A. Ridwan Siregar: Kerjasama dan
Sistem Jaringan Perpustakaan Umum, Sumatera Utara, Pustaha: Jurnal Studi
Perpustakaan dan Informasi, Vol.1, No. 2, Desember 2005
Arif Surachman Perpustakaan Perguruan
Tinggi menghadapi Perubahan Paradigma Informasi.
Arifs.staff.ugm.ac.id/mypaper/pedoc.masdepr. Di akses tanggal 26 juni 2014
Gomes, F.C. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Andi.
[4] Thamrin hasan. Kerjasama antar jaringan
perpustakaan. Pdf artikel. Diakses 26 juni 2014
[5] Harrod’s lirarian’s glossary and reference book, 1987
Hasugian, J. (2003), “Penerapan
teknologi informasi pada sistem kerumahtanggaan perpustakaan perguruan tinggi”,
available at: http://library.usu.ac.id/download/lib/perpus-jonner2.pdf. Di
akses tanggal 25 juni 2014
Kamil, H. (2005), “Peran pustakawan
dalam manajemen pengetahuan”, Pustaha: Jurnal Studi Perpustakaan dan Informasi,
Vol. 1 No. 1, pp. 19-22.
[6] Wirawan, Evalusi
Kinerja Sumber Daya Manusia. (Jakarta: Salemba Empat, 2009)
[7]Sudarmanto,
Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM: Teori, Dimensi Pengukuran, dan
Implementasi dalam Organisasi. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)
[8] Prabowo tjitropranoto. Kerjasama perpustakaan
dan jaringan informasi. Pdf artikel. Diakses tanggal 26 juni 2014
Sulistyo-Basuki. Artikel “Penerapan
Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kerjasama Perpustakaan” pada https://sulistyobasuki.wordpress.com/2013/04/14/penerapan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dalam-kerjasama-perpustakaan/#more-191 Diakses tanggal 26 Juni 2014
Standar
Nasional Indonesia (2009), “Perpustakaan
perguruan tinggi: SNI 7330:2009”, available at:
http://elib.unikom.ac.id/download.php?id¼32710. Di akses tanggal 28 juni 2014
Sulistiyo-Basuki.
2002. Information networks and library
co-operation in Indonesia, url http://eprints.rclis.org/archive/00001661/.
Di akses tanggal 29 juni 2014
Subrata.
2009. “Upaya pengembangan kinerja
pustakawan perguruan tinggi di era globalisasinformasi”, available
at:http://library.um.ac.id/images/stories/pustakawan/kargtoUpaya%20Pengembangan%20Kinerja%20Pustakawan.pdf.
Di akses tanggal 28 juni 2014.
Teguh
Yudi Cahyono. Kerjasama dan standarisasi perpustakaan dalam mendukung kecepatan
akses informasi. Pustakawan UPT Perpustakaan UM. Di akses tanggal 29 juni 2014.
Townley.
C.T. 1988. Human Relationships in Library
Network Development. Library Professional Development.
Vigen,
Jens. 2007. E-book and interlibrary
loan: an academic centric model for
lending, url http://www.nla.gov.au/ilds/abstracts/VigenJ.pdf.
Di akses tanggal 28 juni 2014
Widiasa,
I M. 2004. Kinerja staf perpustakaan perguruan tinggi ditinjau dari tingkat
pendidikan dan pengalaman kerja: survai di perpustakaan Universitas Udayana.
Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.